Penting bagi perusahaan dan pekerja untuk sama-sama memahami apa saja penyebab dasar kecelakaan kerja. Karena dengan memahaminya, upaya mencegah kecelakaan tersebut bisa lebih efektif dan maksimal.

Apalagi perlindungan terhadap pekerja adalah hal yang sangat penting, tidak hanya bagi pekerja dalam negeri, tapi juga mencakup perlindungan bagi pekerja migran Indonesia. Lantas, apa saja hal yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja itu?

5 Penyebab Dasar Kecelakaan Kerja

Inilah berbagai penyebab kecelakaan kerja yang penting dipahami:

1. Peralatan dan Lingkungan Kerja yang Tidak Aman

Pertama, risiko kecelakaan kerja bisa meningkat jika lingkungan dan peralatan pendukung tidak aman.

Apalagi jika pekerjaan tersebut memiliki risiko yang tinggi, misalnya di pertambangan, perminyakan, atau lainnya.

Inilah yang kemudian membuat perusahaan dan pekerja wajib memperhatikan peralatan dan lingkungan kerja. Pekerja harus memahami apa saja peralatan yang wajib mereka pakai.

Sementara itu, perusahaan pun juga harus mampu menyediakan peralatan yang aman dan menciptakan lingkungan yang aman.

2. Kurangnya Pelatihan untuk Pekerja

Setiap perusahaan sudah semestinya memberikan pelatihan dan edukasi kepada para pekerja.

Tujuannya untuk memberikan gambaran pasti seputar prosedur, risiko, dan bahaya pekerjaan yang harus pekerja waspadai.

Apabila tidak ada pelatihan, maka risiko kecelakaan kerja akan jadi lebih besar. Karena pekerja tidak tahu apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan sesuai prosedur dan standar perusahaan.

3. Kondisi Fisik dan Mental Pekerja yang Tidak Prima

Tidak hanya soal hal teknis seperti peralatan, kondisi fisik dan mental pekerja pun punya pengaruh yang sangat besar.

Karena ketika pekerja tidak sehat dan fit, konsentrasinya jelas akan sangat menurun.

Inilah yang kemudian meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, beban kerja dan waktu istirahat karyawan patut menjadi perhatian perusahaan supaya tidak sampai lelah fisik dan mental secara berlebihan.

4. Menganggap Remeh Prosedur Keselamatan Kerja

Setiap pekerjaan dengan risiko keamanan tinggi, umumnya akan memiliki standar prosedur keselamatannya tersendiri. Karyawan pun wajib menaati prosedur tersebut untuk alasan keselamatan.

Karena saat karyawan menganggap remeh prosedur tersebut, risiko kecelakaan kerja jelas menjadi lebih besar.

5. Kurangnya Pengawasan dan Evaluasi Berkala dari Pihak Manajemen

Terakhir, kurangnya pengawasan dan evaluasi dari pihak manajemen perusahaan juga meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Karena sejatinya pengawasan dan evaluasi sangat bermanfaat untuk mengantisipasi risiko kecelakaan sedini mungkin.

Misalnya peralatan yang kondisinya sudah tidak maksimal bisa segera mendapatkan pergantian.

Jika evaluasi tidak ada, maka potensi kecelakaan kerja pun akan menjadi lebih besar karena tidak ada tindakan pencegahan apapun.

Itulah berbagai penyebab dasar kecelakaan kerja yang wajib perusahaan dan pekerja pahami.

Pada dasarnya, peraturan dan prosedur keselamatan diciptakan untuk melindungi semua pihak, khususnya karyawan.

Oleh karena itu, sudah semestinya karyawan dan perusahaan menjalankan prosedur keselamatan kerja dengan optimal.

Tidak hanya untuk pekerja di dalam negeri, tapi juga memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *